Artikel ini hanya ditujukan sebagai informasi. Anda bertanggung jawab untuk meninjau dan menggunakan informasi ini sebagaimana mestinya. Konten ini tidak memuat dan tidak dimaksudkan untuk memberikan nasihat hukum, pajak, atau bisnis. Persyaratan dapat sering diperbarui, jadi pastikan Anda melakukan riset sendiri serta berkonsultasi dengan penasihat hukum, pajak, dan bisnis profesional, jika diperlukan. Untuk menjual produk menggunakan platform Shopify, Anda harus mematuhi hukum yang berlaku di yurisdiksi tempat bisnis dan pelanggan Anda berada, Shopify Terms of Service, Shopify Acceptable Use Policy, dan kebijakan lain yang berlaku.
Ketika sebuah toko membeli produk, banyak orang mungkin mengira bahwa toko tersebut harus membayar pajak penjualan seperti pembeli pada umumnya. Namun, kenyataannya tidak demikian. Alasannya adalah dokumen sederhana yang disebut sebagai sertifikat penjualan kembali (resale certificate). Dokumen yang diterbitkan oleh negara bagian ini memungkinkan sebuah bisnis membeli barang dan jasa tertentu tanpa membayar pajak penjualan, selama produk yang dibeli tersebut untuk dijual kembali.
Pelajari lebih lanjut tentang apa itu sertifikat penjualan kembali, cara kerjanya, cara mengajukannya, serta siapa yang sebaiknya dan tidak seharusnya menggunakannya.
Apa itu sertifikat penjualan kembali?
Sertifikat penjualan kembali adalah izin yang memungkinkan pembeli melakukan pembelian bebas pajak atas properti pribadi berwujud (Tangible Personal Property/TPP). Hal itu bisa berupa produk konsumen, peralatan, atau barang dagangan lainnya, maupun jasa kena pajak tertentu, jika barang tersebut akan dijual kembali kepada pembeli akhir. Bisnis pembeli menyerahkan sertifikat ini kepada penjual dengan mencantumkan alamat, nomor akun, dan detail registrasi lainnya yang membuktikan bahwa perusahaan tersebut memiliki izin penjual atau registrasi serupa. Dengan demikian, penjual tidak berkewajiban memungut pajak atas penjualan tersebut.
Tanpa sertifikat ini, setiap pembelian produk akan dikenai pajak dua kali, yaitu pertama ketika pembeli memperoleh barang dagangan, dan sekali lagi saat produk tersebut dijual secara eceran kepada pelanggan akhir. Bagi toko online, galeri, pedagang grosir, bisnis reparasi, dan bisnis lain yang menjual barang secara rutin, sertifikat ini memastikan bahwa pembeli tidak membayar pajak yang tidak perlu dan bahwa negara bagian hanya memungut pajak atas penjualan akhir, bukan pada setiap langkah di sepanjang rantai perdagangan.
Bisnis apa saja yang memenuhi syarat untuk mendapatkan sertifikat penjualan kembali?
Di sebagian besar negara bagian, sertifikat penjualan kembali membuktikan bahwa penjual tidak perlu membayar atau memungut pajak pada tahap grosir. Negara bagian akan memungut pajak yang terutang setelah pelanggan akhir melakukan pembelian.
Otoritas pajak setiap negara bagian menetapkan standar kelayakannya sendiri, dengan menerapkan dua klasifikasi untuk pengecualian penjualan kembali, yaitu TPP dan jasa yang dikenai pajak. Sebagai contoh, di California, TPP didefinisikan sebagai "properti pribadi yang dapat dilihat, ditimbang, diukur, dirasakan, disentuh, atau yang dengan cara lain yang dapat ditangkap oleh indra." Namun, Texas sedikit lebih longgar, dengan menerapkan pengecualian penjualan kembali pada setiap properti pribadi yang dianggap sebagai "barang kena pajak yang dibeli untuk dijual kembali."
Meskipun regulasi negara bagian mendefinisikan pembelian yang memenuhi syarat secara berbeda-beda, ada sejumlah niche bisnis yang umumnya menggunakan sertifikat penjualan kembali, baik sebagai pembeli maupun penjual. Ini meliputi:
- Distribusi barang dagangan grosir
- Penjualan eceran pakaian, elektronik, furnitur, kosmetik, dan buku
- Bisnis manufaktur (produksi) yang menggunakan bahan tertentu untuk membuat produk jadi
- Bisnis reseller (misalnya, bisnis e-commerce yang menjual kembali barang)
- Penyedia jasa yang menawarkan jasa kena pajak untuk dijual kembali, misalnya, suku cadang mobil yang dijual sekaligus dengan jasa perbaikan
Dalam kasus berikut, pengecualian pajak untuk penjualan kembali umumnya tidak berlaku:
- Konsumsi akhir atas barang TPP yang digunakan oleh bisnis pembeli dan tidak dijual kepada pelanggan
- Barang yang disewa atau disewakan untuk digunakan pelanggan, kecuali barang tersebut secara khusus dijual setelahnya melalui transaksi sewa-beli
- Layanan pribadi, seperti perawatan kesehatan, jasa hukum, dan layanan spa
Secara umum, ketentuan di negara bagian Texas dapat menjadi acuan. Jika properti yang dibeli tidak akan dijual kembali, sertifikat penjualan kembali tidak berlaku.
Sertifikat penjualan kembali vs. sertifikat pengecualian pajak
Sertifikat penjualan kembali adalah salah satu jenis sertifikat pengecualian pajak, tetapi keduanya tidaklah sama. Pada dasarnya, setiap sertifikat penjualan kembali adalah sertifikat pengecualian pajak, tetapi tidak setiap sertifikat pengecualian pajak adalah sertifikat penjualan kembali. Sementara sertifikat penjualan kembali berlaku secara khusus untuk pembelian TPP atau jasa tertentu yang akan dijual kembali kepada pembeli akhir. Sementara itu, sertifikat pengecualian pajak memiliki cakupan yang lebih luas untuk dokumen apa pun yang digunakan untuk pengecualian pajak penjualan yang diizinkan. Sertifikat pengecualian pajak meliputi:
- Pengecualian untuk kebutuhan produksi pertanian
- Pengecualian untuk pembeli oleh lembaga pemerintah
- Pengecualian untuk pembeli organisasi nirlaba
- Pengecualian untuk mesin yang digunakan dalam produksi
Cara mendapatkan sertifikat penjualan kembali
- Konsultasikan dengan otoritas pajak negara bagian Anda
- Ajukan permohonan
- Patuhi ketentuan perpanjangan dan persyaratan yang berlaku
Meskipun proses untuk memperoleh sertifikat berbeda-beda di setiap negara bagian, sebagian besar prosedur registrasi mengikuti langkah-langkah umum yang sama.
Konsultasikan dengan otoritas pajak negara bagian Anda
Tidak setiap negara bagian mewajibkan adanya sertifikat penjualan kembali terpisah. Negara bagian Alaska, Delaware, Montana, New Hampshire, dan Oregon juga tidak menerapkan pajak penjualan negara bagian, sehingga sertifikat tidak diperlukan. Negara bagian lain, seperti New York dan California, mewajibkan izin penjual sebelum menerbitkan sertifikat.
Beberapa negara bagian menerima sertifikat yang berlaku di beberapa negara bagian, seperti Uniform Sales and Use Tax Resale Certificate. Negara bagian lainnya mengharuskan Anda menggunakan formulir khusus dari negara bagian tersebut. Sebelum mengisi apa pun, periksa aturannya dengan lembaga negara bagian yang berwenang. Lembaga tersebut dapat berupa Kantor Pengawas Keuangan (Comptroller's Office), Departemen Pendapatan (Department of Revenue), atau Franchise Tax Board negara bagian.
Ajukan permohonan
Untuk menerima sertifikat penjualan kembali, pembeli umumnya harus:
1. Mendaftar ke negara bagian dan memperoleh izin penjual atau nomor registrasi pajak penjualan.
2. Memberikan informasi penting, termasuk nama dan alamat perusahaan, ID pajak negara bagian atau nomor akun, informasi kontak, serta deskripsi operasi pembeli dan barang dagangan atau properti yang akan dijual kembali.
3. Mengajukan aplikasi secara online atau melalui pos, tergantung pada preferensi yurisdiksi atau ketentuan negara bagian terkait.
4. Menyimpan salinan sertifikat yang masih berlaku dan terkini untuk ditunjukkan kepada penjual.
Di banyak negara bagian, satu salinan sertifikat dapat mencakup beberapa transaksi. Namun, di beberapa negara bagian, salinan baru diperlukan untuk setiap transaksi, meskipun merupakan pembelian berulang dari penjual yang sama.
Patuhi ketentuan perpanjangan dan persyaratan yang berlaku
Di beberapa negara bagian, sertifikat penjualan kembali tidak memiliki masa kedaluwarsa selama izin penjual bisnis tersebut tetap valid dan bisnis tersebut tidak memiliki tunggakan pajak. Di negara bagian lain, sertifikat perlu diperpanjang setiap tahun, setiap dua tahun, atau setiap kali Anda mengubah struktur bisnis Anda, seperti beralih dari perseroan terbatas (Limited Liability Company/LLC) menjadi S corporation.
Kewajiban kepatuhan berkelanjutan lainnya mungkin meliputi:
- Melaporkan pajak penjualan yang dipungut atas properti yang dijual kembali
- Menyimpan catatan terperinci atas semua pembelian yang dilakukan menggunakan sertifikat
- Menyediakan sertifikat kepada penjual berdasarkan permintaan, bukan hanya saat pembelian dilakukan
- Memperbarui alamat jika bisnis berpindah lokasi
- Mendokumentasikan bahwa properti yang dibeli memang benar-benar dijual kembali
Jika pembeli menggunakan sertifikat penjualan kembali secara tidak tepat, pembeli tersebut mungkin harus membayar tunggakan pajak penjualan, denda, dan bunga kepada negara bagian. Penyalahgunaan dapat berupa membeli barang untuk digunakan sendiri oleh perusahaan, tetapi mengklaimnya sebagai pembelian untuk dijual kembali. Hal ini juga mencakup penggunaan sertifikat penjualan kembali tanpa terdaftar dengan benar di negara bagian terkait, misalnya tanpa memiliki izin penjual terpisah jika diwajibkan.
Siapa yang sebaiknya tidak menggunakan sertifikat penjualan kembali?
Sertifikat penjualan kembali terbatas pada barang yang memenuhi syarat dan jasa kena pajak yang dijual kembali kepada pengguna akhir. Sertifikat ini sebaiknya tidak digunakan untuk:
- Membeli properti untuk operasi bisnis, seperti komputer, meja, atau alat tulis
- Membeli barang dagangan untuk dibagikan sebagai barang promosi
- Langganan atau jasa profesional
- Properti yang disewakan, bukan dijual, kecuali negara bagian mengizinkan pengecualian untuk penjualan kembali barang sewaan atau transaksi sewa-beli
Sebagai contoh, jika sebuah toko furnitur membeli sofa yang ingin dijual kembali kepada pelanggan, toko tersebut tidak akan membayar pajak penjualan atas sofa itu jika menggunakan sertifikat penjualan kembali. Namun, toko furnitur tersebut tidak dapat menggunakan sertifikat untuk membeli kursi kantor untuk ruang administrasinya. Demikian pula, sebuah restoran tidak dapat menggunakan sertifikat penjualan kembalinya untuk membeli piring atau peralatan makan, meskipun restoran tersebut menjual makanan. Restoran itu akan menyimpan perlengkapan meja untuk penggunaannya sendiri.
FAQ sertifikat penjualan kembali
Apa perbedaan antara EIN dan sertifikat penjualan kembali?
Nomor identifikasi pemberi kerja (Employer Identification Number/EIN) adalah nomor identifikasi pajak federal yang diterbitkan oleh US Internal Revenue Service (IRS). Nomor ini mengidentifikasi sebuah bisnis untuk keperluan penggajian dan pajak penghasilan. Bank atau pemberi pinjaman juga dapat memintanya untuk membuka rekening bank bisnis atau memberikan jalur kredit. Sementara itu, sertifikat penjualan kembali adalah dokumen yang diterbitkan oleh negara bagian untuk melakukan pembelian bebas pajak atas properti yang akan dijual kembali. Namun, beberapa negara bagian mungkin mewajibkan EIN saat mendaftar untuk mendapatkan izin penjual yang diperlukan guna memperoleh sertifikat penjualan kembali. Memiliki EIN saja tidak otomatis membuat bisnis berhak mendapatkan pengecualian pajak atas pembelian untuk dijual kembali.
Apakah izin usaha dan sertifikat penjualan kembali adalah hal yang sama?
Tidak. Izin usaha memungkinkan sebuah perusahaan beroperasi di dalam suatu kota atau daerah. Sementara itu, sertifikat penjualan kembali memberi wewenang untuk pembelian bebas pajak untuk dijual kembali. Izin usaha mungkin diperlukan sebelum memperoleh izin penjual, tetapi keduanya memiliki tujuan yang sangat berbeda.
Apakah sertifikat penjualan kembali sama dengan pengecualian pajak?
Sertifikat penjualan kembali adalah jenis pengecualian pajak tertentu, tetapi hanya berlaku untuk pembelian barang yang ditujukan untuk dijual kembali. Jenis sertifikat pengecualian pajak lainnya berlaku untuk kondisi yang berbeda, seperti status organisasi nirlaba atau pembelian untuk keperluan pemerintah. Istilah "pengecualian pajak" bersifat lebih luas, sementara sertifikat penjualan kembali terkait dengan penjualan properti pribadi berwujud (TPP) dan jasa tertentu kepada konsumen akhir.

